Belajar Nilai-Nilai Kebajikan dari Kethoprak Sandur Asal Madura

Bagi masyarakat di luar Madura, Kethoprak Sandur mungkin terdengar asing. Wajar saja, kesenian tradisional asal Madura ini sudah cukup jarang ditemui. Pergeseran nilai budaya yang kian modern nyaris membuat kesenian rakyat ini hampir punah.Padahal sebagaimana unsur tradisionalnya yang kental, ada banyak nilai-nilai kebajikan yang dapat dipetik dari Kethoprak Sandur asal Madura.

Tradisi Sandur Madura merupakan salah satu dari sekian fenomena kesenian yang mengitari masyarakat Madura sejak tempo dulu. Di masanya, Sandur dibawakan melalui tembang-tembang bermakna dalam.Sembari diiringi alat musik tradisional gamelan, beberapa pemain watak akan saling melantunkan kidung seraya menari tarian berpadu gerakan bela diri asal Madura.

Pada setiap pertunjukannya, Kethoprak Sandur biasanya dipimpin oleh seorang jawara yang disegani dan diyakini memiliki kesaktian. Di samping itu, tidak sembarang orang bisa menjadi bagian Kethoprak Sandur. Mereka yang bergabung juga harus memiliki bekal ilmu bela diri dan mampu melantunkan mantra-mantra. Kelompok penabuh gamelan, penari, hingga pemain watak, semuanya wajib melindungi diri dengan mantra-mantra yang diyakini dapat menolak bala yang dibawa oleh penjajah Belanda. Berkat nuansa sakral dan patriotisme yang ada, setiap pertunjukan Kethoprak Sandur di masa lampau sering kali ampuh memicu semangat juang melawan penjajah.

Selain nilai partriotik yang patut dicontoh, ada beberapa nilai-nilai kebajikan lain yang dapat dipetik dari syair Kethoprak Sandur asal Madura. Beberapa di antaranya ialah pentingnya kejujuran dan suruhan untuk tidak mencuri. Di atas itu semua, penyelenggaraan Kethoprak Sandur sendiri memiliki makna dan tujuan silahturahmi yang kuat antar masyarakat Madura.

Seiring peralihan zaman, makna Kethoprak Sandur pun mengalami pergeseran. Kesenian tradisional asal Madura tersebut tidak lagi diperuntukan membakar semangat juang, tetapi sekedar hiburan. Ruang pagelarannya semakin menyempit dan hanya dipertunjukan di Desa-desa tertentu di Madura. Biasanya Sandur menjadi pengiring acara hajatan, khitanan, atau pernikahan di kediaman orang-orang yang diyakini masih memiliki ilmu kanuragan.Kethoprak Sandur masih dapat dijumpai di Kabupaten Pamekasan dan di beberapa Desa di Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Sumenep. (IA)